PENGGUNAAN VETSIN (Monosodium glutamat) DI MASYARAKAT

A. Latar Belakang Masalah

Penyedap rasa atau yang lebih kita kenal dengan vetsin (Monosodium Glutamat) sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan hipertensi dan kanker. Memang tidak dipungkiri, kelezatan suatu hidangan dapat menambah gairah santap. Berbagai carapun dilakukan untuk menghasilkannya. Salah satu dengan menambahkan sedikit bahan penyedap rasa instan. Penyedap rasa instan ini mudah didapat, harganyapun murah. Sehingga sering membuat kita lupa, ada zat apa di balik penyedap makanan tersebut?

Sehubungan dengan heboh tercemarnya zat penyedap masakan Ajinomoto oleh enzim asal babi, maka Departemen Kesdehatan c.q Dirjen POM telah memerintahkan perusahaan tersebut untuk menarik semua produk dari peredaran. Alangkah baiknya kalau sekarang Departemen Kesehatan juga mau meninjau kembali apakah Monosodium Glutamat (MSG) /Vetsin yang kadarnya 100% yang dijual secara bebas itu betul betul aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan terhadap kesehatan. Karena MSG/Vetsin itu mengandung natrium/sodium, jika terlalu banyak termakan bisa menyebabkan

hipertensi dan sebaliknya jika MSG dipanaskan akan pecah menjadi 2 zat baru yakni Glutamic Pyrolised -1 (Glu-P-1) dan Glu-P-2. Kedua zat ini bersifat mutagenik dan karsinogenik.

Di Amerika Serikat makanan siap saji untuk bayi dilarang dibubuhi MSG/Vetsin dan pada label harus dicantumkan 3 kata yang besar dan tebal yakni”:NO MSG ADDED”. (Tidak dibubuhi MSG). Apa artinya ini?  Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa makin muda umur hewan yang dipakai untuk percobaan MSG makin peka terjadi kerusakan di bagian jaringan otaknya. Jadi sifat keracunan MSG adalah Age Dependent  (tergantung umur); makin muda umurnya makin sensitif.

B. Rumusan Masalah

Dalam Pembahasan disini terdapat beberapa permasalahan, diantaranya :

–    Apa vetsin (Monosodium Glutamat) itu?

–    Apa bahayanya bagi tubuh ?

–    Bagaimanakah penggunaan vetsin di masyarakat ?

–    Bagaimana solusi pengurangan konsumsi vetsin di masyarakat ?

C. Tujuan

Tujuan pembahasan ini, antara lain :

–    Untuk mengetahui Monosodium Glutamat

–    Untuk mengetahui bahayanya bagi tubuh

–    Untuk mengetahui penggunaan vetsin di masyarakat

–    Untuk mengetahui solusi pengurangan konsumsi vetsin di masyarakat

D. Tinjauan Pustaka

Pengertian Vetsin (Monosodium Glutamat)

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.

Monosodium glutamat dikenal masyarakat sebagai bumbu masak penting. Fungsinya adalah sebagai penyedap. Ia lebih dikenal dengan nama vetsin, micin, atau mononatrium glutamat. Secara kimiawi MSG adalah garam natrium dari asam glutamat. Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atom C-alfa, lihat asam amino) digantikan oleh ion natrium.

Bahaya MSG

Jika MSG digunakan secara berlebihan. 12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.

E. Pembahasan

Penggunaan MSG dalam Masyarakat

Sebelum tahun 60-an MSG/Vetsin biasanya digunakan oleh  golongan masyarakat tertentu saja seperti di Cina, Jepang, Korea, Thailand, Vietnam dan Myanmar, baik oleh para ibu rumah tangga maupun di rumah makan. Takarannya pun sangat kecil sekali, yakni 1-2 korek kuping (setara dengan 30-60 Mg) untuk setiap porsi masakan ala Cina,  mie atau bakso. Pangsit. Makanan tradisional dan lokal asli tidak menggunakan sama sekali, karena sudah terasa lezat dan gurih oleh ramuan bumbu rempah. Namun pada pertengahan tahun 60-an, produk MSG/Vetsin diimport dari Jepang dan Korea, serta secara gencar diiklankan baik melalui media cetak, radio dan televisi, serta dengan papan reklame yang besar besar dan dipampang di tempat tempat dan jalan jalan yang strategis baik di kota maupun di desa. Disamping harganya murah, juga terbukti bahwa ia dapat meningkatkan rasa cita makanan yang kualitasnya rendah menjadi sajian yang lezat dan enak disantap. Sekarang disamping golongan Cina, hampir semua golongan penduduk  diseluruh Indonesia bukan saja yang di kota, tetapi juga yang di desa sudah mengenalnya dan cara memakainya pun sangat berlebihan dan tidak wajar. Karena pada kemasan produk  itu tidak disertai alat takar dan juga pedoman takaran cara pakainya tidak ada, maka bubuk ini dipakai secara amburadul dan melampaui batas kewajaran. Contoh, kalau sebelum tahun 60-an dipakai takaran korek kuping, maka setelah diimport dari Jepang dan Korea, karena harganya murah, maka untuk setiap mangkok mie atau sop naik menjadi 100-300 Mg (jadi 3-5 kali korek kuping). Takaran ini tidak tahan lama dan terus meningkat menjadi 500-1200 Mg (jadi sekitar 15-20 kali korek kuping). Pada tahun 70-an karena harga MSG relatif murah, maka tiba tiba para pedagang tidak lagi segan segan menggunakan sendok teh (setara 3000 Mg, kira kira  100 kali korek kuping), bahkan ada yang  menuangkan langsung dari ujung kantong yang sudah digunting. Cara yang akhir ini sering kali menjadi keblablasan ,sehingga jumlahnya bisa lebih dari 1 sendok teh ( ingat sebelum tahun 60-an hanya memakai 2 korek kuping.

Dari hasil survei  Yayasan Lembaga  Konsumen Indonesia (YLKI) pada tahun 1980 menemukan bahwa para pedagang mie bakso, mie pangsit dan mie rebus di Jakarta adalah sebagai berikut:

Mie bakso                            1.840-1.900 Mg/mangkok (+ 31-61 X KK)

Mie rebus                             2,250-2,780 Mg/mangkok (+ 46-75  X KK)

Mie goreng/pangsit              2,900-3,400 Mg/mangkok (+ 56-96 X KK)

(KK= Korek kuping)

Jajanan – jajanan tersebut di atas (mie bakso) serta ditambah lagi seperti Pempek “palsu” (karena adonan ikan-tepungnya relatif lebih banyak kandungan MSG daripada daging ikannya), adonan tepung untuk  pisang, tahu dan tempe goreng berisi MSG, Nyamik nyamik (Ekstruder makanan ringan anak anak) berisi MSG dijajakan kepada anak anak di sekitar sekolah sekolah TK dan SD yang memang cukup rentan terhadap keracunan MSG dibandingan orang dewasa. Sekarang penggunaan MSG/Vetsin  bukan main “ganasnya”, karena bukan lagi menggunakan sendok teh, tetapi pakai sendok makan. Hal ini sering dijumpai di restoran besar dan sea foods. Satu sendok makan setara dengan 15 gram MSG/Vetsin ( +  250 kali korek kuping !) dan kadar natrium /sodium 15 gram MSG setara dengan 5 gram garam dapur! Penggunaan yang berlebihan MSG/Vetsin oleh para  pedagang atau juru masak karena secara psikologis tidak percaya diri kalau masakan yang disajikan itu lezat dan enak. Padahal penambahan 60 Mg per mangkok (2 X korek kuping )  gurihnya dan lezatnya sama dengan yang diberi 1 sendok teh atau makan.

Solusi

Beberapa solusi mengurangi penggunaan MSG di masyarakat adalah dengan menggunakan bahan yang masih segar dan bernutu baik. Sebenarnya kelezatan suatu hidangan tidak hanya diperoleh dari bahan penyedap rasa saja, tetapi dapat juga diperoleh dari bahan-bahan makanan yang masih segar dan bermutu baik. Selain menngunakan bahan makanan yang bermutu baik dan masih segar, kita dapat memberi sedikit gula pasir pada masakan, karena gula pasir juga dapat memberi efek gurih pada masakan.

Selain itu kita bisa menggunakan Aji-Shio yaitu penggabungan vetsin dengan garam dapur dengan perbandingan vetsin : garam dapur, yaitu 1 : 9. dimana dengan menggunakan Aji-Shio disini kita bisa meminimalkan penggunaan vetsin di masyarakat.

  1. F. Kesimpulan

Setelah melakukan pembahasan kami menyimpulkan :

–    Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu

–    MSG dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan

–    Penggunaan MSG di masyarakat sudah melebihi ketentuan karena kadarnya sudah melebihi  30-60 Mg dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada masyarakat.

–    Solusi mengurangi penggunaan MSG di masyarakat adalah dengan menggunakan bahan yang masih segar dan bernutu baik, memberi sedikit gula pasir pada masakan atau menggunakan Aji-Shio

G. Daftar Pustaka

Anonymous.Monosodium Glutamat. http:// www. Hanyawanita. com /clickwok/     health/ health 01. htm.diakses  21 Desember 2008

Anonymous.Monosodium Glutamat. Http:// id.wikipedia.org/Monosodium Glutamat. Diakses 21   Desember 2008

Bagad, Sudjadi. 2005.Biologi Sains dalam Kehidupan. Yudhistira ; Jakarta

Budiarso,Iwan T.,DR. DVM,.M.Sc. APU. Monosodium Glutamat dan Pemakaiannya di  masyarakat. http://www.medikaholistik.com. Diakses 22 Desember 2008

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar. Erlangga ; Jakarta

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s