Populasi Penduduk

PENDAHULUAN

Keadaan jumlah pendududk di Indonesia serta pertumbuhanya masih cukup tinggi. Tingkat kematianpun dibandingkan dengan negara yang pendapatan tiap penduduknya lebih rendah dari Indonesia, kenyataanya masih tinggi. Selain itu penyebaran penduduk yang tak merata, struktur umur serta kualitas penduduk yang masih rendah memberikan dampak pada pembagunan kebijaksanaan pembagian seyogyanya dapat mempengaruhi variable demografi untuk mencapai tujaun pembagunan. Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu-individu makhluk hidup yang sejenis (satu spesies) yang hidup dalam suatu daerah tertentu. Pengaturan populasi dipengaruhi oleh dua  faktor lingkungan yaitu faktor yang bergantung kepadatan populasi dan faktor yang tidak bergantung kepada kepadatan populasi.  Dalam demografi dipelajari tentang jumlah, penyebaran dan komposisis penduduk, termasuk perubahan serta penyebab dari perubahan tersebut seperti kelahiran,kematian dan migrasi.

Kalau jumlah individu yang keluar dan yang masuk sama, maka kepadatan populasi dikatakan sama atau tidak berubah. Suatu lingkungan hidup dapat memenuhi syarat kehidupan bagi penghuninya bila mana lingkungan hidup tadi dapat menyediakan bahan-bahan atau materi dan adanya kondisi fisik yang sesuai bagi penghuninya. Kalau keadaan lingkungan dari suatu populasi itu stabil, maka terdapatlah suatu keseimbangan yang dapat mempertahankan kenaikan atau penurunan dari suatu ukuran populasi pada suatu tingkat yang dapat mempertahankan kelangsungan hidup sejumlah individu populasi dalam keadaan lingkungannya semacam itu. Tetapi bila terjadi suatu perubahan dalam lingkungan, misalmnya perubahan sushu atau musim, maka akan terjadi perubahan kepadatan populasi. Misalnya, individu yang dapat berpindah tempat (misalnya burung) akan berusaha mencari tempat lain yang sesuai dengan lingkungannya untuk tempat hidupnya.

PEMBAHASAN

 

A. Populasi

I. Pengertian Populasi

Populasi adalah Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon, (Kalingis, 1986).

Populasi adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Misalnya semua rusa di Isle Royale membentuk suatu populasi, begitu juga dengan pohon-pohon cemara. Ahli ekologi memastikan dan menganalisa jumlah dan pertumbuhan dari populasi serta hubungan antara masing-masing spesies dan kondisi-kondisi lingkungan (Anonymous, 2010).

II. Sifat- sifat populasi (penduduk)

Jumlah suatu populasi tidaklah tetap sepanjang masa. Jika populasi dikaitkan dengan manusia, kita biasanya menggunakan kata penduduk. Kata populasi digunakan untuk kelompok makhluk hidup bukan manusia, misalnya populasi pohon jati, populasi nyamuk menjelang penghujan meningkat, serta populasi tikus meledak.

1. Kepadatan populasi

Kepadatan penduduk dinyatakan dengan jumlah individu per km2. Dalam kenyataannya, tidak tiap satu km2 dihuni oleh jumlah yang sama.

Secara nasional jumlah penduduk Indonesia adalah 300 jiwa per km2. Jumlah penduduk berubah-ubah dikarenakan ada yang lahir, ada yang mati, ada yang pergi, ada yang datang. Kalau angka kelahiran sama dengan angka kematian, dan angka emigrasi sama dengan angka imigrasi, maka jumlah penduduk secara keseluruhan konstan saja. Ini berarti bahwa secara local tidak ada perubahan. Contohnya pada masa giling, jumlah penduduk sekitar pabrik gula bertambah, perkampungan sekitar perguruan tinggi lebih padat penghuninya selama tahun kuliah, dan kembali seperti semula kalau mahasiswa-mahasiswanya sedang libur. Keadaan seperti ini kita sebut kepadatan musiman, dan sifatnya local. Dalam dunia tumbuhan maupun dunia hewan dikenal banyak contoh kepadatan musiman. Di musim hujan jumlah tumbuhan di suatu daerah tertentu lebih tinggi daripada di musim kering. Dari pengalaman, oarng dapat tau jumlah lalat buah meningkat di musim buah-buahan nangka. Orang dapat mengamati jumlah nyamuk yang mengalami pasang surut. Pengamatan ini menjadi pengetahuan tentang lingkungan. Ilmu lingkungan atau ekologi mempelajari atau meneliti hubungan yang terdapat antara jumlah lalat dengan jumlah buah nangka, jumlah nyamuk dengan keadaan air.

2. Pertambahan jumlah populasi

Didalam biologi dikenal dengan aksioma : tiap makhluk hidupberkembangbiak : perkembangbiakan itu perlu untuk melestarikan jenisnya. Prosesnya dipengaruhi oleh banyak factor luar seperti makanan, suhu, kebasahan, radiasi, dan factor-faktor dalam seperti usia, genetic.

Rentangan waktu dari individu sampai terjadinya individu baru lagi disebut waktu ganda. Waktu ganda tumbuhan biji ialah lamanya waktu antara biji sampai biji itu menjadi tanaman dewasa yang menghasilkan biji baru. Dalam dunia hewan kita ambil telur ayam (yang fertile) sampai telur itu meneyas dan menjadi ayam dewasa baru, itulah waktu gandanya. Kita mengetahui, bahwa waktu ganda yang paling cepat itu dimiliki oleh bakteri. Contohnya bakteri Vibrio comma (bakteri penyebab penyakit kolera) tiap 20 menit membelah menjadi dua. Suatu kenyataan dalam alam, bahwa tiap makhluk hidup mempunyai naluri untuk mempertahankan jenisnya. Berkembangbiak merupakan salah satu cara melestarikan diri dan keturunannya. Kalau manusia menuruti nalurinya semata-mata, maka jumlah populasi spesies ini dalam kurun waktu kurang dari 40 tahun sudah meningkat menjadi 25 kali. Pada intinya jika seorang wanita yang subur yang tiap bulan menghasilkan satu sel telur, maka selama 25 tahun ia mengahsilkan 300 sel telur, yaitu selama ia berusia 15 tahun sampai 40 tahun. Orang laki-laki dari umur 15 tahun sampai 60 tahun menghasilkan berjuta-juta sel mani.

Kalau seorang ibu tiap tahun melahirkan bayi, maka dalam waktu 25 tahun srepanjang suami istri yang kawin muda bisa menjadi keluarga besar berjumlah 27 oarng. Ini berarti dalam waktu 25 tahun sampai 50 tahun populasi manusia berganda 12 kali.

Populasi sekarang adalah sekitar empat kali lipat dari populasi pada 1900. Jumlah tersebut lebih dari 3,5 kali lipat populasi pada awal abad ke-20 dan sekitar dua kali lipat jumlah penduduk dunia pada 1960. Meskipun ini adalah nilai perkiraan, tapi kecenderungan pertumbuhan penduduk dunia diperoleh berdasarkan data data yang mendukukung. Laporan yang dikeluarkan lembaga tersebut pada Maret 2004 menyebutkan jumlah populasi penduduk dunia telah mencapai angka 6 miliar jiwa. Saat ini, rata-rata terjadinya kelahiran adalah 4,4 orang setiap detik. Pertambahan tercepat terjadi saat kenaikan dari angka 5 miliar ke 6 miliar yang hanya membutuhkan waktu sekitar 12 tahun. Penyebab utamanya adalah selisih angka kelahiran dan kematian yang sangat tinggi di berbagai negara, (Anonymous, 2010).

Sebagai individu kemampuan berkembangbiak itu terbatas, antaralain oleh usia, kesehatan dan lain-lain factor lagi. Tetapi sebagai populasi proses perkembangbiakan berjalan terus, maksimal selama faktor lingkungan memungkinkan. Factor pembatas menyebabkan perkembangbiakan tidak berjalan terus ialah daya dukung lingkungan. Daya dukung menyangkut tempat dan sumber makanan. Meskipun daya dukung suatu lingkungan tidak terlampaui, namun grafik pertambahan populasi tidak berupa garis lurus seperti diharapkan dari segi matematik. Dwidjoseputro, D. 1990. Ekologi Manusia dan Lingkungannya. Jakarta : Erlangga.

III. Pertumbuhan Populasi

Ukuran populasi umumnya bervariasi dari waktu ke waktu biasanya mengikuti dua pola. Beberapa populasi mempertahankan ukuran populasi yang relative konstan, sedangkan populasi-populasi lain berfruktuasi relative besar. Hal ini dikarenakan,

  • · Spesies- spesies tidaklah sama melimpahnya dalam seluruh wilayah, beberapa spesies mungkin banyak jumlahnya, sedangkan spesies lainnya barangkali sedikit
  • · Spesies-spesies tidaklah sama melimpahnya di suatu daerah dibandingkan dengan daerah lainnya di wilayah tersebut.

IV. Populasi yang berfluktuasi

Banyak populasi yang tidak terlihat memberikan respon pada kapasitas dukung dengan suatu penurunan pertumbuhan populasi, jika ukuran populasi meningkat. Dalam beberapa hal, r tetap tinggi atau bahkan tetap meningkat ketika ukuran populasi meningkat. Karena beberapa factor, seperti energy yang tersedia atau nutrient. Akhirnya menjadi pembatas di dalam lingkungan, populsi akan tumbuh dan jumlahnya akan turun secara mendadak, (McNaughton S. J, 1990).

V. Statistik penting dari populasi

Dua factor yang menentukan laju pertumbuhan populasi tidak dipengaruhi oleh migrasi : laju kelahiran dan laju kematian. Factor factor ini dipengaruhi oleh seluruh factor lingkungan, dan masing-masing juga memiliki komponen genetic yang telah berevolusi sesuai dengan kondisi lingkungan. Walaupun laju kelahiran dan laju kematian mendukung laju pertumbuhan populasi sebenarnya, dan struktur umur populasi, mereka kenyataanya terpisah dalam kesatuan dan mereka dibicarakan seperti dalam diskusi selanjutnya. Hal ini bukan berarti bahwa tidak ada hubungan evolusioner antara keduanya, (McNaughton S. J, 1990).

Kalau suatu saat makanan musnah oleh suatu sebab yang terjadi di lingkungan, maka makhluk hidup yang hanya memakan satu jenis makanan akan terancam kelangsungan hidupnya. Sedangkan untuk makhluk hidup yang mempunyai seratus jenis makanan, sedikit sekali kemungkinan keseratus jenis mankanan itu musnah semuanya dalam waktu yang sama. Jadi makin beranekaragam jenis makanan suatu spesies maka makin kurang bahayanya bagi spesies itu menghadapi perubahan lingkungan yang dapat memusnahkan sumber makannya.

Populasi sekarang adalah sekitar empat kali lipat dari populasi pada 1900. Jumlah tersebut lebih dari 3,5 kali lipat populasi pada awal abad ke-20 dan sekitar dua kali lipat jumlah penduduk dunia pada 1960. Meskipun ini adalah nilai perkiraan, tapi kecenderungan pertumbuhan penduduk dunia diperoleh berdasarkan data data yang mendukukung. Laporan yang dikeluarkan lembaga tersebut pada Maret 2004 menyebutkan jumlah populasi penduduk dunia telah mencapai angka 6 miliar jiwa. Saat ini, rata-rata terjadinya kelahiran adalah 4,4 orang setiap detik. Pertambahan tercepat terjadi saat kenaikan dari angka 5 miliar ke 6 miliar yang hanya membutuhkan waktu sekitar 12 tahun. Penyebab utamanya adalah selisih angka kelahiran dan kematian yang sangat tinggi di berbagai negara, (McNaughton S. J, 1990).

Kepadatan pupulasi dapat mengalami perubahan melalui adanya kelahiran , kematian dan migrasi dari individu populasi, serta perubahan lingkungan tempat populasi itu hidup. Pertumbuhan dalam populasi yang terus menerus akibat lebih besarnya jumlah kelahiran daripada jumlah kematian membuat kepadatan populasi itu anik. Tetapi karena kemampuan habitat untuk menyokong kehidupan suatu spesies itu tertentu, maka perlu ada keseimbangan antara pertumbuhan populasi dengan daya dukung lingkungan. Bila pertumbuhan populasi melampaui daya dukung lingkungan, maka akan terjadi persaingan antar mahluk hidup dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Persaingan ini dalam waktu yang singkat dapat menimbulkan akibat ekologi, dan dalam jangka waktu yang panjang dapat menimblkan akibat evolusi.

a. Penyebab ledakan jumlah populasi penduduk :

1) angka kelahiran tinggi

2) angka kematian rendah

3) ekonomi yang teratur dan meningkat

4) membaiknya kesehatan masyarakat

5) tingkat pendidikan penduduk yang masih rendah

b. Dampak dari ledakan penduduk :

1) Sosial: Urbanisasi penduduk tidak merata, angka kemiskinan dan kriminalitas meningkat sebagai akibat moralitas menurun.

2) Ekonomi : Kebutuhan akan pangan dan lahan sebagai tempat hunian serta industri meningkat sedangkan lahan yang tersedia semakin menurun/sedikit.

3) Bidang Pendidikan : Tingkat pendidikan menurun dan biaya pendidikan meningkat

4) Bidang Kesehatan : Akibat kualitas lingkungan menurun, penyakit merajalela, sehingga kualitas kesehatan masyarakat menurun.

5) Bidang lingkungan hidup :

a) Kerusakan ekosistem :

Kerusakan hutan akibat ladang berpindah, kekurangan air, kekurangan oksigen, keterbatasan lahan, penebangan pohon secara liar.

b) Pencemaran dan polusi meningkat :

Sebagai akibat dari kerusakan ekosistem dan pertumbuhan industry serta penggunaan kendaraan semakin mengingkat, maka tingkat pencemaran dan polusi tak terkendali. Sehingga semakin banyak limbah industry dan rumah tangga serta asap kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi air, tanah, dan udara.

c. Usaha untuk mengatasi ledakan penduduk:

1. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk dengan menyelenggarakan progam KB.

2. Meningkatkan kualitas penduduk dengan cara :

a) Meningkatkan gizi balita.

b) Menunda perkawinan usia dini (muda).

c) Prinsip-Prinsip Ekologi Pendidikan (program pendidikan 9 tahun, menghapuskan    buta huruf dll).

d) Meningkatka pencegahan, pengobatan dan penanggulangan penyakit pada ibu dan    anak.

3. Meningkatkan lapangan pekerjaan dengan mengembangkan industry dan keterampilan masyakarat agar mandiri.

4. Mengimbangi laju pertambahan penduduk dengan meningkatkan produksi pangan, melalui program:

Intensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan cara bercocok tanam, hal ini dilakukan dilahan sempit/terbatas).

Ektensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perluasan lahan).

Diversifikasi (penganekaragaman jenis makanan).

Hukum toleransi menunjukkan, bahwa suatu makhluk hidup dalam suatu populasi tertentu mengehndaki suatu luasan tanah tertentu dengan keadaan temperature, intensitas cahaya matahari dan lain-lain yang tertentu pula. Jadi  perlu ada keseimbangan anatara kepadatan populasi menyebabkan terjadfi perubahan baik kepadatan populasi maupun kepada daya dukung lingkungan. Kepadatan populasi dapat mengalami perubahan melalui :

 

1.      Pertambahan individu dalam populasi, seperti adanya kelahiran dan imigrasi (masuknya individu kedalam populasi)

2.      Pengurangan individu dalam populasi, seperti adanya kematian dan emigrasi (adanya individu yang keluar dari populasi

3.      Perubahan lingkungan tempat hidup populasi

Kalau jumlah individu yang keluar dan yang masuk sama, maka kepadatan populasi dikatakan sama atau tidak berubah. Suatu lingkungan hidup dapat memenuhi syarat kehidupan bagi penghuninya bila mana lingkungan hidup tadi dapat menyediakan bahan-bahan atau materi dan adanya kondisi fisik yang sesuai bagi penghuninya. Kalau keadaan lingkungan dari suatu populasi itu stabil, maka terdapatlah suatu keseimbangan yang dapat mempertahankan kenaikan atau penurunan dari suatu ukuran populasi pada suatu tingkat yang dapat mempertahankan kelangsungan hidup sejumlah individu populasi dalam keadaan lingkungannya semacam itu. Tetapi bila terjadi suatu perubahan dalam lingkungan, misalmnya perubahan sushu atau musim, maka akan terjadi perubahan kepadatan populasi. Misalnya, individu yang dapat berpindah tempat (misalnya burung) akan berusaha mencari tempat lain yang sesuai dengan lingkungannya untuk tempat hidupnya.

Kalau suatu saat makanan musnah oleh suatu sebab yang terjadi di lingkungan, maka makhluk hidup yang hanya memakan satu jenis makanan akan terancam kelangsungan hidupnya. Sedangkan untuk makhluk hidup yang mempunyai seratus jenis makanan, sedikit sekali kemungkinan keseratus jenis mankanan itu musnah semuanya dalam waktu yang sama. Jadi makin beranekaragam jenis makanan suatu spesies maka makin kurang bahayanya bagi spesies itu menghadapi perubahan lingkungan yang dapat memusnahkan sumber makannya.

 

Faktor Lingkungan Yang Berperan Dalam Pengaturan Populasi

Adapun factor yang mempengaruhi populasi yaitu :

Faktor yang menentukan populasi

Jumlah dari suatu populasi tergantung pada pengaruh dua kekuatan dasar. Pertama adalah jumlah yang sesuai bagi populasi untuk hidup dengan kondisi yang ideal. Kedua adalah gabungan berbagai efek kondisi faktor lingkungan yang kurang ideal yang membatasi pertumbuhan. Faktor-faktor yang membatasi diantaranya ketersediaan jumlah makanan yang rendah, pemangsa, persaingan dengan mahkluk hidup sesama spesies atau spesies lainnya, iklim dan penyakit.

Jumlah terbesar dari populasi tertentu yang dapat didukung oleh lingkungan tertentu disebut dengan kapasitas beban lingkungan untuk spesies tersebut. Populasi yang normal biasanya lebih kecil dari kapasitas beban lingkungan bagi mereka disebabkan oleh efek cuaca yang buruk, musim mengasuh bayi yang kurang bagus, perburuan oleh predator, dan faktor-faktor lainnya, (Anonymous, 2010)

Faktor-faktor yang merubah populasi

Tingkat populasi dari spesies bisa banyak berubah sepanjang waktu. Kadangkala perubahan ini disebabkan oleh peristiwa-peristiwa alam. Misalnya perubahan curah hujan bisa menyebabkan beberapa populasi meningkat sementara populasi lainnya terjadi penurunan. Atau munculnya penyakit-penyakit baru secara tajam dapat menurunkan populasi suatu spesies tanaman atau hewan. Sebagai contoh peralatan berat dan mobil menghasilkan gas asam yang dilepas ke dalam atmosfer, yang bercampur dengan awan Dan turun ke bumi sebagai hujan asam. Di beberapa wilayah yang menerima hujan asam dalam jumlah besar populasi ikan menurun secara tajam(Anonymous,2010)

 

KESIMPULAN

  1. Populasi adalah Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu

b. Sifat- sifat populasi (penduduk) terdiri atas

  • · Kepadatan populasi
  • · Pertambahan jumlah populasi
  1. Besarnya suatu populasi terbatasi oleh faktor –faktor lingkungan tertentu yang menentukan daya dukung suatu wilayah
  2. Besarnya suatu populasi dan laju perubahannya bergantung kepada beberapa faktor, termasuk kemampuan reproduksi, laju kelahiran, laju kematian emigrasi, imigrasi, dan tingkat usia

e.       Faktor Lingkungan Yang Berperan Dalam Pengaturan Populasi ada dua yaitu

  • Faktor yang menentukan populasi dimana Jumlah dari suatu populasi tergantung pada pengaruh dua kekuatan dasar. Pertama adalah jumlah yang sesuai bagi populasi untuk hidup dengan kondisi yang ideal. Kedua adalah gabungan berbagai efek kondisi faktor lingkungan yang kurang ideal yang membatasi pertumbuhan.
  • Faktor-faktor yang merubah populasi dimana tingkat populasi dari spesies bisa banyak berubah sepanjang waktu. Kadangkala perubahan ini disebabkan oleh peristiwa-peristiwa alam.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.satuiku.com/2010/02/populasi-penduduk-propinsi-kalimantan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi

http://pasfmpati.com/101/index.php?option=com_content&view=article&id=1177:revitalisasi-kb-nasional-bhakti-tni-kendalikan-populasi-penduduk&catid=1:latest-news

 

file://localhost/E:/Semester%205/Kang%20Uzen_%20PENGARUH%20KEPADATAN%20POPULASI%20MANUSIA%20TERHADAP%20LINGKUNGAN.mht

http://makalah-artikel-online.blogspot.com/2009/03/beban-atau-sumberdaya-jumlah-penduduk.html

 

Dwijoseputro, D. 1994. Ekologi Manusia dengan Lingkungannya. Erlangga. Jakarta.

Kalingis, Jenny R.E. 1986. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup.    Karunika Universitas Terbuka. Jakarta

McNaughton, S.J, dkk. 1990. Ekologi Umum. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta

About these ads

2 responses to “Populasi Penduduk

  1. ada yang lebih komplit ga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s